30 minutes

sembari memandangi cahaya bulan, kau memberi sebuah harapan tepat di depanku.tergambar jelas rupamu yang tatkala ingin ku ucapkan “betapa nyamannya aku menikmati, indahnya dirimu” . 

Sebuah cerita yang entah siapa yang memulainya, kau hadir dalam keramaian tanpa sedikit pun menghardik ku untuk meminta sandaran, lembutnya bibirmu menghantarkan kata yang lembut itu ke dalam gendang telingaku yang terlalu peka terhadap setiap ucapanmu.

30 menit tak akan berarti jikalau kamu tak pernah berusaha untuk melontarkan setiap kata demi kata dengan senyuman dan harapan. (Oln) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s