Harapan = Secuil Senyuman

Bagaikan memandang langit indah, tapi tak bisa menyentuhnya. Seperti ada jarak yang menghalangi, jauh . . . jauh sekali.

Ingin sekali rasanya tangan ini menyentuh mu dan memelukmu, namun itu hanya sebuah kemustahilan yang takan pernah terjadi, karena diri ini sadar akan jarak itu.

Andai saja, dunia ini tidak pernah tercipta dengan adanya jarak, mungkin saja sejak aku ada, semua kemustahilan telah terjadi.

Andai saja diri ini memiliki secuil keberanian, maka harapan itu akan muncul. Harapan untuk menggenggam mu secara utuh, meskipun harapan yang ada hanya 50:50. Setidaknya dengan datangnya harapan itu, diri ini bisa terlelap dengan senyuman dimalam yang syahdu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s